{"id":78,"date":"2015-05-09T05:44:40","date_gmt":"2015-05-09T05:44:40","guid":{"rendered":"http:\/\/warungbukuindie.com\/?p=78"},"modified":"2015-05-18T09:19:43","modified_gmt":"2015-05-18T09:19:43","slug":"sepincuk-rembulan","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/warungbukuindie.com\/index.php\/2015\/05\/09\/sepincuk-rembulan\/","title":{"rendered":"Sepincuk Rembulan"},"content":{"rendered":"<p>\n\t<strong>Penulis : Triman Laksana<\/strong>\n<\/p>\n<p>\n\t<strong>Jumlah Halaman : 222 hal<\/strong>\n<\/p>\n<p>\n\t<strong>ISBN : 978-602-1062-02-9<\/strong>\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n\tTidak dipungkiri bahwa bahasa Jawa sebagai salah satu bahasa lokal di dunia, sedikit demi sedikit mengalami pemnahan kosakata. Satu demi satu kosakata jarang dipergunakan si empunya, sehingga generasi terkini lebih akrab berbahasa nasional dan atau berbahasa asing. Itulah hasil penelitian PBB terhadap bahasa-bahasa lokal tidak hanya satu-dua kata tetapi mencapai ribuan jumlahnya.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n\tSastra daerah yang mempergunakan bahasa daerah, dialam demokrasi; ditengah nasionalisme; dalam kepungan pasar bebas adalah sebuah hal yag bisa dianggap sebagai sesuatu yang &#39;ada tetapi tidak ada&#39; atau dianggap tidak ada tetapi kenyataannya ada&#39; (terjemahan bebas &#39;ana ning ora ana&#39;). Kehadirannya yang minoritas bukanlah klangenan kaum romantik, tetapi sebagaimana tunggak jati yang tidak mati atau kearifan nilai-nilai yang menghidupi masyarakat dan lingkungannya.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n\tKehadiran tembang Sandal Jepit adalah kebangkitan bahasa dan kebudayaan Jawa. Kita bisa menghitung dengan jari jumlah buku-buku yang berbahasa jawa pertahunnya. Itu artinya, bahasa yang dikhawatirkan punah masih dilestarikan. dan kebudayan yang ada didalamnya diangkat kembali dalam sebuah karya sastra.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penulis : Triman Laksana Jumlah Halaman : 222 hal ISBN : 978-602-1062-02-9 Tidak dipungkiri bahwa bahasa Jawa sebagai salah satu bahasa lokal di dunia, sedikit demi sedikit mengalami pemnahan kosakata. Satu demi satu kosakata jarang dipergunakan si empunya, sehingga generasi terkini lebih akrab berbahasa nasional dan atau berbahasa asing. Itulah hasil penelitian PBB terhadap bahasa-bahasa&#8230;  <a class=\"excerpt-read-more\" href=\"http:\/\/warungbukuindie.com\/index.php\/2015\/05\/09\/sepincuk-rembulan\/\" title=\"ReadSepincuk Rembulan\">Read more &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":130,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[8,3],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/warungbukuindie.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78"}],"collection":[{"href":"http:\/\/warungbukuindie.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/warungbukuindie.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/warungbukuindie.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/warungbukuindie.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=78"}],"version-history":[{"count":4,"href":"http:\/\/warungbukuindie.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":110,"href":"http:\/\/warungbukuindie.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78\/revisions\/110"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/warungbukuindie.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/130"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/warungbukuindie.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=78"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/warungbukuindie.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=78"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/warungbukuindie.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=78"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}